Panji-panji menggambarkan betapa penting kereta dengan pemiliknya, asappun menggambarkan betapa gencar apinya. Rajapun menggambarkan kebesaran kerajaannya, suami menggambarkan betapa nilai-nilai istrinya.
Kalau seorang perempuan, terbiasa dengan kekayaan dan kenikmatan tanpa mempersoalkan peranannya dalam kemiskinannya dulu, ataupun bersama-sama dalam kesejahteraan ketika kaya, sungguh-sungguhlah ia adalah ratna mutu menikam yang tiada taranya, itulah yang dipujikan oleh para dewa-dewa.
Ketika seorang perempuan menyingkir dengan suaminya saat ia miskin dan menuntut kenikmatan-kenikmatan yang suaminya tak sanggup berikan, wanita demikian tidak punya perasaan dan kejam, tak layak menyandang sebutan sebagai istri.
----VENSSANTHARA JATAKA----